ROBOT JAEMI AJARKAN PENGETAHUAN ROBOT

Sebuah tim peneliti Universitas Drexel Juni lalu mengungkapkan temuan terbarunya, hasil kolaborasi dengan tim peneliti Korea, yakni Jaemi, robot manusia (HUBO). Jaemi HUBO diwujudkan dalam upaya memajukan perkembangan robot manusia dan mempertinggi konsep interaksi robot-manusia.

Tujuan proyek itu adalah memungkinkan robot-manusia (humanoids) berinteraksi dengan lingkungannya dan rencana peningkatan termasuk memungkinkan robot-manusia bergerak dalam medan yang berat, lingkungan yang tidak terstruktur dan untuk berinteraksi sosial dengan manusia dan menangani benda.

Proyek lima tahun itu, didanai melalui National Science Foundation (Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional, NSF). Program Kerjasama untuk Penelitian dan Pendidikan Internasional (Partnership for International Research and Education, PIRE), mencari model-model transformatif untuk mengatalisasikan penemuan melalui kerja sama penelitian internasional dan melatih pelajar Amerika dan peneliti muda untuk berpikir dan bekerja secara efektif dalam tim global.

“Bidang robotika ini ada di antara 10 bidang teknologi puncak yang mempertimbangkan mesin bagi pertumbuhan ekonomi. Korea memahami hal ini dan secara agresif mengejar robotika. Untuk tetap bersaing, AS harus melakukan hal yang sama,” kata Mark Suskin, sebagai wakil direktur Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknik NSF.

“Program PIRE milik NSF dan kerjasama robotika ini terutama, memungkinkan AS untuk menyediakan modal penelitian bagi negara-negara lain dan tetap bersaing.”

Tim peneliti PIRE tersusun dari para peneliti di Universitas Pennsylvania, Colby College, Bryn Mawr College dan Virginia Tech di Amerika; dan Institut Lanjutan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea (Korea Advanced Institute of Science and Technology, KAIST), Universitas Korea dan Universitas Nasional Seoul di Korea.

Tim yang memperoleh sebuah versi robot manusia HUBO milik KAIST,  yang diberi nama Jaemi HUBO dan memutuskan untuk menempatkannya di Universitas Drexel.Laboratorium KAIST HUBO telah menjadi sepotong model kemajuan penelitian bidang robot-manusia oleh tim kerja yang relatif kecil dengan anggaran ketat.

KAIST unggul pada rancang bangun kaki dan tubuh robot manusia, gaya berjalan dua kaki (berjalan, berlari, menendang), keseimbangan (peragaan dan rancang bangun sistem kendali) dan penggabungan perangkat kerasnya (hardware).

Para peneliti AS cenderung untuk menyukai suatu sisi pada gerakan melintasi medan-medan yang berat (tidak rata), tidak terstruktur; manipulasi/menyerap; mengenali, memahami dan interaksi robot manusia; dan penglihatan (gambar, mengerti, navigasi).

Kerja sama peneliti AS dan Korea ini akan mencari keahlian dari tiap peneliti untuk diambil dan mengembangkan Jaemi HUBO ke tingkat berikutnya. Begitulah, untuk meningkatkan kemampuan Jaemi akan navigasi dan memanipulasi benda serta berinteraksi dengan orang di lingkungan yang tak terstruktur. Seperti kemampuan yang menuntut teknologi informasi, misalnya mengenali, memahami serta jaringan daerah. Target peningkatan fiturnya termasuk kemampuan untuk bergerak di atas medan yang berat (tidak rata) dan lingkungan yang tak terstruktur serta menangani obyek dan berinteraksi sosial dengan manusia.

Jaemi HUBO juga akan mendidik publik Amerika, terutama orang muda, tentang ilmu pengetahuan robototika. Proses pendidikan ini dimulai di Please Touch Museum (Musium Silahkan Sentuh), Philadelphia, ketika Jaemi HUBO dibuka selubungnya dan diperkenalkan kepada para hadirin yang dipadati oleh anak-anak dan sedikit orang dewasa.

Tak peduli laki-laki ataupun perempuan, Jaemi berinteraksi dengan anak-anak. Dibimbing oleh seorang lulusan Universitas Drexel, Jaemi bergerak, berbicara, menari, berjabatan tangan dan memimpin anak-anak dalam suatu permainan Simon Says (Perkataan Simon).

Berinteraksi dengan Jaemi HUBO ini sungguh kontras dengan yang diusahakan oleh robot-manusia yang angkuh, yang sering kali melindungi rahasia dagang. Kebanyakan mereka tidak dapat dicapai oleh  publik.

Para kurator musium senang atas kunjungan Jaemi dan menghibur anak-anak selama akhir pekan. “Di Please Touch Museum, kami mempromosikan belajar melalui berbagai macam rasa,” kata J. Williard Whitson, wakil presiden musium untuk pameran dan pendidikan.

“Sebuah robot manusia tidak saja mewujudkan tujuan kami untuk membangun bidang-bidang ilmu pengetahuan bagi anak muda, tetapi Jaemi membantu kita semua merayakan sisi yang jenaka dari teknologi.”

Sekarang Jaemi HUBO berada di rumah tetapnya di Universitas Drexel, untuk mengadakan perjalanan dan menjumpai tamu mungkin dapat diatur melalui perjanjian. (The Epoch Times/pls)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s