Pengetahuan Engineering Design Group

Bila sebuah instansi bermaksud untuk membangun suatu pabrik industri Minyak dan Gas atau pabrik kimia, dan sebagainya, langkah pertama yang harus diambil adalah mencari dan menentukan kontraktor utama atau Main Contractor.

Biasanya Main Contractor ditentukan setelah kontraktor memenangkan tender yang diadakan oleh instansi atau Owener / Client tersebut. Pada project, project besar biasanya tender ini meliputi pekerjaan Engineering, Procurement dan Construction atau EPC. Bagian tugas Engineering inilah yang akan kita pelajari sebagai pengetahuan dasar bagi seorang Engineering.Untuk Engineering design pada minyak dan gas dibutuhkan

keuletan dan ketelitian. Terlebihan-lebihan pada bagian Engineering dan penggambaranya. Karena pada setiap project biasanya cukup memakan biaya yang besar & rumit, maka akan melibatkan tenaga ahli di segala bidang.Plan Design & Piping group adalah paling dominan dalam Engineering Design untuk Project industri Oil & Kimia. Dari awal PD & P sudah aktif ikut mencari data-data untuk kepentingan Design. Dari instalasi / Client pemberi tugas, Main Contractor, mendapatkan data-data perhitungan proses aliran, suhu, tekanan equipment, lengkap sesuai dengan keinginan.

 

Advertisements

Perbedaan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

Di  Era  Globalisasi  sekarang  ini,  kita  pasti  akan  menjumpai  banyak  sekali  alat transportasi baik roda dua, tiga, empat bahkan  yang tidak beroda. Jika m\kita mengenal lebih jauh tentang alat transportasi saat ini pasti tidak luput dengan andil dari Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lebih –lebih kendaraan roda dua.

Kendaraan roda dua seakan-akan bukan barang mewah lagi, banyak masyarakat yang merasakan  dari  dampak  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  ini.                          Kita  patut berterima   kasih   kepada   Lenoir   dan   Otto   yang   menemuka   mesin-mesin   awal   dari perkembangan  kendaraan  roda  dua  yang  kita  rasakan.  Apakah  anda  mengetahui  siapa sebenarnya penemu Mesin sepeda roda dua sehingga ada yang 2 tak dan ada yang 4 tak dan bagai mana sistem kerjanya?

Untuk Lebih jelasnya silahkan download makalahnya.

Ebook- Ebook Mesin

Judul     : Handbook Of Machine Olfaction

Bahasa  : english

Link       : Download

====================================================

Judul     : Electric Power System

Bahasa   : English

Link         : Download

===================================================

Judul       : Energi dan Momentum

Bahasa     : Indonesia

Link          : Download

==================================================

Judul        : Engineering Statistics

Bahasa      : English

Link           : Download

==================================================

Judul     : Fundamentals of Metallurgy

Bahasa     : English

Link          : Download

===================================================

Judul     : Gas Turbin Handbook

Bahasa   : English

Link        : Download

===================================================

Judul        : Teknik Listrik Industri Jilid 2

Bahasa     : Indonesia

LInk          : Download

==================================================

Judul      : Teknik Mesin Industri

Bahasa   : Indonesia

Link        : Download

==================================================

Judul     : Teknik Pembangkit Tenaga Listrik

Bahasa  : Indonesia

Link       : Download

==================================================

Judul     : Teknik Pembentukan Pelat

Bahasa : Indonesia

Link      : Download

==================================================

Judul     : Teknik pemesinan

Bahasa : Indonesia

Link       : Download

Autocad

Judul     : Autocad 2004 jilid 1

link         : Download

=====================================================

Judul     : Trik Praktis Autocad 2004

karya     : Ir. Sofi Ansori

Link        : Download

=====================================================

Judul     : Autocad 2005

Karya    : Andi K, ST

Link        : Download

=====================================================Judul     : Autocad 2005(praktis)

Link        : Download

=====================================================

Judul     : Autocad 2006

Link        : Download

=====================================================

Judul      : Autocad 2007

Link       : Download

===================================================

Judul     : Autocad 2007(full Diktat)

Bahasa   : Indonesia

Link        : Download

Trik Autocad Lengkap

Autocad memang saat ini sedang banyak di butuhkan. terlebih dalam setiap wawancara kerja tentunya anda akan ditanya apakah anda bisa autocad!!!.. terlebih jaman sekarang yang sudah serba IT. untuk itu di perlukan adanya keahlian dibidang IT tersebut. dan paling tidak kita harus bisa memiliki satu keahlian dari banyak keahlian di bidang IT.

disini saia akan menshare diktat autocad yang menurut saia sangat komplit untuk kalangan pemula. dalam diktat ini juga perintah-perintahnya sangat mudah untuk dipahami. dalam diktat lebih dari 120 halaman dan saia mendapatkanya dari situs scribd tentunya dengan pencarian panjang mendapatkan diktat autocad berbahasa indonesia dan mudah untuk di mengerti. dan teman-teman M solidarity (sebutan untuk kalangan mahasiswa teknik mesin) mudah-mudahan bisa membantu dalam mempelajari autocad.

Salam solidarity M forever.

untuk mendownloadnya klik: disini.

Autocad 2005 (simple tutorial)

dalam tutorial ini, menjelaskan tentang toolbar yang ada pada autocad khusunya autocad 2005. yang mana penjelasan dalam tutorial ini sungguh sangat bisa di pahami. sudah terbukti oleh saya dalam memahaminya. untuk itu bila ada yang berminat untuk mendownloadnya disini.

Diktat Autocad Mudah Dipahami

disini saya mempunyai tutorial yang sangat mudah di pahami untuk belajar pemula. dan untuk mendapatkanya dapat didownload disini.

Serba-serbi Pemanasan Global

Tidak ada isu yang lebih global daripada pemanasan global: setiap orang di Bumi berbagi atmosfer yang sama. Ada tujuh fakta yang hampir tidak terbantahkan tentang pemanasan global: (1) Bumi sedang memanas—sekitar 1 derajat Fahrenheit (0,6 derajat Celcius) pada akhir abad lalu; (2) bahkan perubahan yang kecil saja pada temperatur dapat mempunyai efek yang besar; (3) tingkat pemanasan ini belum pernah terjadi, bahkan selama jutaan tahun; (4) ketinggian air laut meningkat—empat sampai delapan inci (sepuluh sampai dua puluh sentimeter) pada akhir abad lalu; (5) perubahan kecil pada ketinggian air laut menghasilkan efek yang besar—misalnya, satu meter kenaikan dapat membanjiri area rendah di seluruh dunia, dari Florida hingga Bangladesh; (6) telah terjadi peningkatan yang sangat besar dari gas- gas yang menimbulkan efek rumah kaca di atmosfer kita, pada tingkat yang diperkirakan tertinggi selama 20 juta tahun dan telah meningkat dengan kecepatan tinggi selama paling tidak 20.000 tahun belakangan ini; dan (7) sangat mungkin kecepatan kenaikan suhu dapat meningkat, dengan sedikit peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca mengakibatkan perubahan yang lebih besar pada cuaca dibandingkan pada tahun-tahun belakangan ini.

1. Tahukah kamu, sebetulnya ada banyak hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala pemanasan global?
Salah satunya dengan tidak menyambungkan arus listrik sebuah peralatan elektronik, sekalipun alat tersebut tidak diaktifkan. Dan baiknya lagi, cara seperti itu ternyata bisa menghemat 40-50% biaya konsumsi listrik kita setiap bulannya.

2. Apakah kamu tahu bahwa kantong plastik menjadi salah satu pemicu semakin parahnya pemanasan global?
Itu karena kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Dan dalam proses penguraiannya tersebut, timbul siklus kimiawi yang membuat Bumi semakin panas.
Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat-tempat yang tidak semestinya.

3. Tahukah kamu betapa tidak seimbangnya antara konsumsi kertas dunia dan sumber-sumber alam yang menyediakan bahan bakunya? Sebagai contoh, untuk 10 kg kertas koran yang siap dijual loakan saja membutuhkan 1 pohon yang waktu tumbuhnya mencapai 10 tahun. Apalagi untuk ukuran kebutuhan kertas yang sangat banyak. Parahnya lagi kini ketersediaan bahan baku kertas memang sudah mulai menipis.

4. Tahukah kamu apa kode botol yang aman sebagai wadah air kemasan untuk konsumsi manusia?
Untuk mengetahuinya gampang saja. Silakan lihat tanda di bawah botol minuman terkait. Bila tertera kode nomor 2, 3, atau 4, Anda aman. Selain nomor-nomor itu, jelas tidak aman karena sama saja kita mengonsumsi plastik.

5. Tahukah kamu, salah satu sumber sampah kertas terbesar dunia? Kertas slip bukti transaksi di ATM. Setiap tahun, diperkirakan ada 8 miliar transaksi di ATM, yang ujung-ujungnya mengeluarkan slip transaksi. Dan bila keseluruhan itu digabungkan maka bukan main banyaknya.

6. Apakah kamu tahu sebanyak apa kertas yang bisa disisihkan bila saja transaksi ATM tidak memakai slip receipt?
Kalau selama setahun transaksi ATM tidak memakai kertas receipt, berarti akan menghemat satu rol besar kertas yang bisa dipakai untuk melingkari garis ekuator sampai 15 kali.

7. Tahukah kamu minimal kita memiliki berapa macam tempat sampah di rumah?
Minimal dua. Pertama untuk sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman), dan kedua sampah kering (botol, plastik, kertas, kaca). Dengan demikian, kita sudah membantu mengurangi polusi air, udara, dan tanah. Lebih baik lagi kita memisahkan sampah menurut 4 jenis, yaitu: Plastik (pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan); Rumah tangga (tulang ayam, sisa capcay, makanan basi); Kertas (pembungkus gorengan, popok bayi, tisu yang sudah dipakai); Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.

8. Tahukah kamu ternyata hanya butuh waktu dua bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai sebagai pupuk tanaman?

9. Tahukah kamu apa yang harus dilakukan Polar Bear atau beruang Kutub ketika pemasan global mengancam?
Binatang yang sesungguhnya tidak bisa berenang itu, terpaksa harus berenang 30 km untuk mencari es tempat berteduh. Soalnya, es tempat berlindung sebelumnya sudah mencair akibat kenaikan suhu Bumi.

10. Apakah kamu tahu bahwa suhu udara di bumi telah meningkat 1,4 derajat celcius dalam 127 tahun terakhir ini?

11. Tahukah kamu apa salah satu akibat besar yang diterima manusia bila pemanasan global masih terus mengancam?
Gunung es di Kutub akan mencair seluruhnya pada 2040. Itu artinya Bumi akan terendam air, dan kita akan terancam punah karena terpaksa kehilangan tempat tinggal.

12. Tahukah kamu saat ini hanya terdapat 27 gunung es di Kutub yang masih bisa diidentifikasi dari 150 yang tercatat pada 1910?

13. Tahukah kamu bahwa industri di seluruh dunia menghasilkan 332 BMT gas CO2 setiap harinya?
Hal ini diperkirakan 30% lebih besar daripada kemampuan seluruh tumbuhan di muka bumi untuk menyerapnya.

14. Apakah kamu tahu salah satu efek pemanasan global yang sudah terjadi kini?
Suhu permukaan air laut telah meningkat 0,6 derajat celcius dalam 25 tahun terakhir, dan tinggi air taut di seluruh dunia rata-rata meningkat sekitar 14 cm dalam 10 tahun terakhir.

15. Tahukah kamu bahwa mundurnya AS dari Protokol Kyoto telah menyebabkan emisi gas buang CO2 bertambah 20% dari perkiraan semula?
Benua Amerika bagian utara (AS dan Kanada) menyumbang 36% dan seluruh gas buang CO2 di dunia. Tempat kedua diduduki Uni Eropa dengan 13,2%. Cina berada di tempat ketiga dengan 12,4%, berikutnya adalah Rusia dan bekas pecahannya dengan 6,7%, lalu Jepang dengan 5%. Negara-negara terakhir yang masuk dalam kumpulan ini adalah India yang menghasilkan 3,3%, dan Korea Selatan dengan 2,4%.
Gabungan negara-negara industri maju (24 negara) tersebut telah memberi kontribusi 80% gas karbon buangan dunia. Sementara 20% sisanya dibagi rata kepada 159 negara lainnya.

16. Tahukah kamu kelompok negara mana yang memberikan kontribusi paling besar terhadap penyelamatan dunia dan efek pemanasan? Uni Eropa. Melalui Global Restoration Program mereka berani mengalokasikan 220 miliar euro dalam jangka waktu 10 tahun. Target mereka adalah mengurangi gas buangan industri di negara-negara anggota Uni Eropa, serta penghijauan hutan-hutan dunia. Dalam kelompok itu, Jerman adalah negara penyumbang terbesar.

17. Tahukah kamu bahwa PBB memperkirakan 12% penduduk dunia akan mengalami bahaya kelaparan akut, produksi pangan menurun 16% di seluruh dunia, grain price (harga pangan dalam bentuk biji atau bulir, termasuk padi, gandum, dan lain-lain) akan meningkat 100% pada 2010?

18. Apakah kamu tahu ternyata betapa sulitnya meredakan efek pemanasan global yang sudah mulai berlangsung kini?
Hasil observasi dan kalkulasi ilmuwan menunjukkan bahwa kalaupun manusia berhenti menggunakan fossil fuel dan menghentikan produksi pabrik-pabrik sama sekali, serta mematikan semua listrik di dunia ini, maka efek pemanasan global baru akan mereda setelah 100 tahun.
Berdasarkan Wigley Model on Global Warming, bahkan jika manusia melakukan hal di atas, maka pada 2100 (penelitian dilakukan pada 2000) suhu udara rata-rata di dunia akan meningkat 4 derajat celcius, dan ketinggian air laut di seluruh dunia akan meningkat 30 cm. Bayangkan apa yang akan terjadi bila saja manusia tidak serius menangani pemanasan global.

19. Tahukah kamu apa yang akan terjadi bila seluruh gunung es besar di Greenland mencair?
Ketinggian air laut dunia jelas akan naik hingga tujuh meter. Tentu itu ancaman besar bagi penduduk dunia, terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir.

20. Apakah kamu tahu berapa derajat kenaikan suhu yang dibutuhkan untuk bisa melelehkan seluruh gunung es di Greenland? Cukup 3 derajat saja dari suhu sekarang. Dengan melihat kondisi kekinian, setidaknya kenaikan itu bisa dicapai dalam waktu 50 tahun ke depan. Dan bila itu sudah tercapai, maka dibutuhkan waktu paling lama 37 tahun untuk melelehkan seluruh gunung es di Greenland.

21. Apakah kamu tahu bahwa es di Kutub Utara kini telah hilang hampir 60 persen dari bentuk semulanya?
Diperkirakan angka itu akan terus bertambah bila saja manusia tidak memikirkan penanganan pemanasan global.

22. Tahukah kamu pada 1979 musim panas di Kutub Utara menunjukkan bahwa Arctic ice memiliki luas sebesar 6,74 juta km’?

23. Apakah kamu tahu pada 2007, musim panas di Kutub Utara menunjukkan bahwa luas Arctic ice berkurang menjadi 2,61 juta km2? Bila hingga tahun 2035 tren ini terus berlanjut maka luas Arctic ice akan menjadi 0 km2, alias benar-benar habis. Itu artinya, habis sudah kelangsungan riwayat manusia di Bumi.

Pustaka
Making Globalization Work
Apakah Kamu Tahu? Serba-Serbi Pengetahuan Umum Oleh M. Zamakh Syarifani



Turbin Air – Cross Flow

Penjelasan lengkap tentang karakteristik Turbin Air – Cross Flow

Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya…

Turbin Cross-Flow adalah salah satu turbin air dari jeis turbin aksi  (impulse turbine). Prinsip kerja turbin ini mula-mula ditemukan oleh seorang insinyur Australia yang bernama A.G.M. Michell pada tahun 1903. Kemudian turbin ini dikembangkan dan dipatenkan di Jerman Barat oleh Prof. Donat Banki sehingga turbin ini diberi nama Turbin Banki kadang disebut juga Turbin Michell-Ossberger (Haimerl, L.A., 1960).

untuk mendapatkan artikel lengkapnya dapat di download

Link Download(file doc)

Peningkatan Umur Bearing

Peningkatan Umur Bearing pada Pompa Sentrifugal dengan Optimasi Penggunaan Angular Contact Ball Bearing

Pada pompa centrifugal salah satu komponen yang penting adalah bearing sebagai penumpu poros untuk menggerakkan impeler pada pompa centrifugal. Akibat adanya  gaya-gaya yang timbul sebagai akibat dari putaran pada impeler pompa, timbul gaya aksial yang menyebabkan bantalan/ bearing tipe 6305 mudah mengalami  kerusakan. Oleh sebab itu, digunakan bantalan/ bearing tipe 7305 BE sebagai pengganti bantalan tipe 6305 yang sanggup menerima gaya-gaya aksial yang ditimbulkan akibat putaran pada poros impeler pompa. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa Akibat putaran dari impeller maka timbul juga gaya aksial sehingga bearing tipe 6305 tidak dapat mengatasi gaya-gaya yang timbul tersebut. Penggunaan angular contact ball bearing tipe 7305 BE menggantikan deep groove ball bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal produksi RRC tipe XA40/26 dapat meningkatkan umur bearing hingga 200%.

1. Pendahuluan
Dewasa ini pompa semakin banyak digunakan dan penggunaannya semakin bermacam-macam. Dahulu pompa hanya digunakan untuk memindahkan air saja tetapi sekarang penggunaannya semakin luas yaitu juga digunakan untuk memindahkan bahan-bahan  kimia serta benda cair lainnya. Pompa merupakan suatu alat yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia terutama untuk memindahkan benda yang berupa fluida cair.

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan fluida cair dari tekanan rendah ke tekanan dan / atau posisi yang rendah ke posisi yang tinggi. Pompa centrifugal mempunyai sebuah impeler  untuk mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeler didalam zat cair, maka zat cair yang ada di dalam impeler oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar.

Bearing yang dipasang pada pompa harus benar agar bearing tersebut dapat tahan lama dan berfungsi sebagaimana mestinya yaitu untuk menopang poros pada saat berputar. Pada pemilihan dan pemasangan bearing harus dicermati terlebih dahulu gaya apa saja yang terjadi pada poros tersebut agar dapat dipilih bearing yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.


2. Alat-alat Percobaan

2.1 Pompa centrifugal buatan RRC tipe XA 40/26 dengan spesifikasi:

  • Total Head: 40 m
  • Kapasitas:26 m3/jam

2.2  Elektromotor dengan spesifikasi:

  • Daya 18 KW
  • Putaran 3000 rpm
  • Jumlah kutub 2 kutub

2.3 Deep Groove ball bearing tipe 6305

  • Principal dimensions :

Diameter luar = 40 mm
Diameter dalam = 90 mm
Tebal = 23 mm

  • Basic load rating :

Dynamic (C) = 41000 N
Static (Co) = 24000 N

  • Fatigue load limit (pu) = 1020 N
  • Speed ratings :

Lubrication grease = 7500 rpm
Lubrication Oil = 9000 rpm

  • Mass = 0,63 kg

2.4 Angular contact ball bearing tipe 7305 BE

  • Principal dimensions :

Diameter luar = 40 mm
Diameter dalam = 90 mm
Tebal = 23 mm

  • Basic load rating :

Dynamic (C) = 49400 N
Static (Co) = 33500 N

  • Fatigue load limit (pu) = 1400 N
  • Speed ratings :

Lubrication grease = 6700 rpm
Lubrication Oil = 9000 rpm

  • Mass = 0,63 kg


3. Teori Dasar

3.1 Bantalan/ Bearing
Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Berikut ini adalah gambar jenis-jenis bantalan Deep groove ball bearings dan Angular contact ball bearing :

Pada umumya bantalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu.
a. Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros

  • Bantalan luncur: Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.
  • Bantalan gelinding: Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat.

b. Berdasarkan arah beban terhadap poros

  • Bantalan radial: Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu.
  • Bantalan aksial: Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
  • Bantalan gelinding khusus: Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.

Meskipun bantalan gelinding menguntungkan, orang tetap memilih bantalan luncur dalam hal tertentu, contohnya bila kebisingan bantalan menggangu, pada kejutan yang kuat dalam putaran bebas.

I. Kerusakan bantalan

Kerusakan bantalan gelinding dapat disebabkan karena:

  • Kesalahan bahan (faktor produsen) yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat, kesalahan tolransi, kesalahan celah bantalan.
  • Kesalahan pada saat pemasangan.
  • Pemasangan yang terlalu longgar yang akibatnya cincin dalam atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan denga housing/poros.
  • Pemasangan yang terlalu erat yang akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih.
  • Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat-sendat.
  • Kesalahan operasi seperti.
  • Bahan pelumas yang tidak sesuai akibatnya akan terjadi korosi atau penggumpalan pelumas yang dapat menghambat berputarnya bantalan.
  • Pengotoran dari debu atau daerah sekitarnya yang akibatnya bantalan akan mengalami keausan dan berputarnya dengan bushing.
  • Pemasangan yang tidak sejajar maka akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bantalan.

II. Pembacaan nomor nominal pada bantalan gelinding.

Dalam praktek, bantalan gelinding standart dipilih dari katalog bantalan. Ukuran utama bantalan adalah

  • Diameter lubang
  • Diameter luar
  • lebar
  • Lengkungan sudut

Nomor nominal bantalan gelinding terdiri dari nomor dasar dan nomor pelengkap. Nomor dasar yang ada merupakan lambang jenis, lambang ukuran(lambang lebar, diameter luar). Nomor diameter lubang dan lambang sudut kontak penulisannya bervariasi tergantung produsen bearing yang ada.

Bagian Nomor nominal

A B C D
A menyatakan jenis dari bantalan yang ada.
Jika A berharga
0 maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, double row.
1 maka hal tersebut menunjukkan jenis Self-aligning ball bearing.
2 maka hal tersebut menunjukkan jenis spherical roller bearings and spherical roller thrust bearings.
3 maka hal tersebut menunjukkan jenis taper roller bearings.
4 maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, double row.
5 maka hal tersebut menunjukkan jenis thrust ball bearings.
6 maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, single row.
7 maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, single row.
8 maka hal tersebut menunjukkan jenis cylindrical roller thrust bearings.

B menyatakan lambang diameter luar.
Jika B berharga 0 dan 1 menyatakan penggunaan untuk beban yang sangat ringan.
Jika B berharga 2 menyatakan penggunaan untuk beban yang ringan.
Jika B berharga 3 menyatakan penggunaan untuk beban yang sedang.
Jika B berharga 4 menyatakan penggunaan untuk beban yang berat.

C D menyatakan lambang diameter dalam.
Untuk bearing yang berdiameter 20 – 500 mm, kalikanlah 2 angka lambang tersebut untuk mendapatkan diameter lubang sesungguhnya dalam mm. Nomor tersebut biasanya bertingkat dengan kenaikan 5 mm tiap tingkatnya.

III. Pengoperasian yang  bebas dari kerusakan (Trouble Free Operation)

Untuk dapat melaksanakan TFO maka faktor-faktor penting perlu diperhatikan:
1. Kualitas. Kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari bearing yang ada yang dipengaruhi oleh:

  • Pemilihan desain. Pemilihan desain ini meliputi perhitungan penggambaran dan perencanaan.
  • Dukungan teknik dari produsen yang meliputi informasi dan pelatihan.
  • Training atau seminar tentang bearing kepada konsumen sehingga dapat memahami karakteristik dari bearing.
  • R & D produsen untuk mengembangan produknya sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • Quality Control.
  • Bahan dasar bearing.

2. Proses pemasangan bearing.

  • Proses balancing. Pemasangan bearing pada komponen mesin, komponen tersebut pertama-tama harus benar-benar balance agar bearing dapat bertahan dengan baik.
  • Alignment (pengaturan sumbu poros pada mesin harus benar-benar sejajar).
  • Proses pemberian beban. Pemberian beban ini harus sesuai dengan jenis bearing yang digunakan apakah itu beban radial atau beban aksial.
  • Pengaturan posisi bearing pada poros.
  • Clearance bearing. Metode pemasangan dan peralatan yang digunakan.
  • Toleransi dan ketepatan yang diperlukan. Pada saat pemasangan bearing pada poros, maka toleransi poros pada proses pembubutan harus diperhatikan karena hal tersebut mempengaruhi keadaan bearing.

3. Environment/lingkungan tempat bearing dioperasikan.

  • Pemberian Seal pada bearing agar bebas terhadap debu atau air.
  • Sistem pendinginan bearing jika beroperasi pada suhu tinggi.
  • Sistem pemanasan jika beroperasi pada suhu rendah.
  • Penyimpanan bearing.

4. Maintenance atau perawatannya yang terbagi menjadi

  • Sistem pelumasannya menggunakan olie atau grease.
  • Pemeriksaaan visual.
  • Pemonitoran dari kondisi yang ada seperti :

• Kondisi getarannya.
• Analisis olinya.
• Aliran, tekanan dan arus yang mungkin timbul.
• Pemonitoran secara kontinyu.
• Sistem perlindungannya seperti rumah bearing, dan lain-lain.

Untuk proses mounting & dismounting atau pemasangan dan pelepasan bearing dapat dilihat langsung bagian berikut ini.



Pada prakteknya untuk memilih bantalan, bantalan tersebut harus dihitung umur pada bantalan selama menerima gaya-gaya yang terjadi
Perhitungan untuk umur bantalan adalah sebagai berikut :



3.2 Pompa

Dalam sebuah pompa unjuk kerja dari setiap pompa ditentukan oleh ukuran-ukuran dasar sebagai berikut :

  • Tinggi kenaikan isap (suction head), tinggi kenaikan tekan (delivery head) dan tinggi kenaikan total (total head)
  • Kapasitas

Kapasitas adalah jumlah fluida yang ditransfer oleh pompa selama satuan waktu tertentu.

  • Daya
  • Efisiensi

Pompa sentrifugal terdiri dari bermacam-macam komponen dan bagian. Pada gambar 4 terlihat pompa sentrifugal dan bagian-bagian penyusunnya :


Pada gambar 5 terlihat bahwa pada saat impeller berputar, ruang pada pompa mempunyai tekanan P1  pada ruang inlet  yang lebih rendah dari tekanan P2 pada bagian outlet. Jika tidak ada gerakan berputar, maka tekanan pada celah-celah 1 dan 2 seperti terlihat pada gambar 5 tersebut sama dengan P2. Tetapi karena pengaruh viskositas cairan dan putaran impeller, distribusi tekanan pada celah 1 dan 2 tidak uniform seperti terlihat pada gambar 5 di bawah ini.
Tekanan cairan yang terjadi pada bidang lingkaran dengan lebar D2-D0 , dari kiri dan kanan impeller adalah sama dan berlawanan arah sehingga saling meniadakan. Jadi, yang tidak sama adalah gaya-gaya R1 dan R2 yang bekerja dari kanan dan kiri bidang lingkaran sebelah D0-dsh.



Jika tekanan yang bekerja pada bagian inlet adalah sebesar P1 dan pada celah 2 adalah P2, maka :

R’ = R2 – R1 ………… (ii)

Dimana R’ adalah cairan masuk ke dalam impeller secara aksial dan selanjutnya melalui impeller arahnya dirubah menjadi radial pada saat keluar impeller. Akibatnya, terjadi gaya aksial R3 dari kiri ke kanan. Dengan rumus momentum, didapatkan:

 


Pada pompa multistage, gaya axial total sama dengan jumlah seluruh gaya-gaya axial masing-masing impeller dan ini bisa mencapai beberapa ton.

Cara membalans gaya-gaya axial tersebut :

  • Memakai peralatan pembalans tipe hydraulis
  • Memakai bantalan aksial
  • Memakai pemasukan ganda (double admission) paralel dari pada cairan yang masuk ke dalam impeller.

4. Hasil Percobaan dan Analisa


Percobaan dan pengamatan yang dilakukan  adalah dengan melakukan pengamatan selama pompa  tersebut bekerja pada keadaan normal (14 jam/ hari). Kemudian kerusakan bearing pada ke tiga  pompa yang diuji  dalam kurun waktu tiga tahun dicatat dan didapatkan hasil seperti tabel diatas

Berikut ini adalah tabel perbandingan umur rata-rata penggunaan bearing tipe 6305 dan bearing tipe 7305 BE:

 


  • Dari data-data di atas dapat dilihat bahwa bearing tipe 7305 BE angular contact ball bearing lebih baik dibandingkan tipe 6305 deep groove ball bearing. Untuk lebih jelas dapat dilihat diagram batangnya pada gambar 6. Hal ini disebabkan bearing tipe 7305 BE sanggup menerima beban axial yang timbul karena adanya putaran dari impeler.
  • Pemakaian bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal tipe XA 40/26 mempunyai rata rata umur bearing 6,7 bulan yang dimana umur tersebut terlalu singkat. Umur bearing yang singkat tersebut disebabkan oleh adanya ketidak balansan gaya-gaya axial yang terjadi pada pompa, sehingga perlu dilakukan cara untuk membalans gaya-gaya axial tersebut antara lain dengan memakai peralatan pembalans tipe hidrolis, memakai pemasukan fluida ganda dan memakai bantalan yang tahan terhadap gaya axial (bantalan axial). Dari tipe-tipe peralatan pembalans yang ada, dipilih memakai bantalan yang tahan terhadap gaya axial (bantalan axial) karena yang dilakukan dalam cara tersebut sangat sederhana yaitu hanya mengganti bearing tipe deep groove ball bearing dengan anggular contact ball bearing serta tidak perlu alat-alat tambahan dan tidak perlu melakukan modifikasi yang sulit pada pompa tersebut.


5. Kesimpulan

Dari pengamatan, pengukuran dan pengujian yang dilakukan didapat :

  • Akibat putaran dari impeller maka timbul juga gaya aksial sehingga bearing tipe 6305 tidak dapat mengatasi gaya yang timbul tersebut dan perlu dilakukan penggantian dengan bearing tipe 7305 BE  yaitu suatu pemecahan yang paling sederhana dan paling mudah cara membalans gaya-gaya yang terjadi pada pompa centrifugal yang sedang beroperasi.
  • Pengguanan Angular contact ball bearing tipe 7305 BE lebih baik dan memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan deep groove ball bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal tipe XA 40/26.
  • Angular contact ball bearing tipe 7305 BE mempunyai ketahanan axial yang lebih baik sehingga mempengaruhi umur bearing rata-rata lebih lama menjadi 13.4 bulan yang semula hanya berumur 6,7 bulan jika memakai bearing tipe 6305 pada pompa XA 40/26.

6. Daftar Pustaka

  1. SKF GeneralKatalog, Media-Print Informationstechnologie, Paderborn,1994.
  2. Torishima Pump Handbook, P.T. Torishima Guna Indonesia, 1994.
  3. Ir. I Made Arya Djoni, Msc, Pompa dan compressor. Jurusan teknik mesin, FTI – ITS, 1984.
  4. Ir. Joni Dewanto, Msc, Jurnal Dimensi vol.34 Nopember 1998 , LPPM UKP, Surabaya
  5. Sularso, Haruo Tahara, Pompa & Kompresor, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2000.
  6. Ferdinand P. Beer, E. Russell Jonston, Mechanics for Engineers, Mc. Graw-Hill, 1987.
  7. A.R Holowenko, Dynamics of Machinery, John Wiley & Son, 1955.
  8. William T. Thomson, Teori Getaran Dengan Penerapan, Diterjemahkan oleh Lea Prasetyo, Penerbit Erlangga, Surabaya, 1981.
  9. John W.Dufour, William E.Nelson , “Centrifugal Pump Sourcebook”, Mc Graw-Hill, Inc, 1992
  10. Corley, James E., “The Vibration Analysis of Pumps, A Tutorial,” Texas A & M University, Huston, Tex, 1987
  11. M.D.Aisentein, “A New Method of Separating the Hydroulic Losses in a Centrifugal Pump,” A.S.M.E, 1927
  12. J.Lichtenstein,”A Method of Analyzing the Performance of Centrifugal Pumps,” A.S.M.E, 1927
  13. “Cavitation Characteristics of Centrifugal Pumps Described by Sjmilarity Considerations,” A.S.M.E, 1939
  14. L.H.Garnar,”NPSH and the Centrifugal Pump,” Refiner & Natural Gasoline Manufacturer, 1996
  15. A.J. Stepanoff, ”Pumping Viscous Oils with Centrifugal Pumps,” Oil and Gas Journal, 1940
  16. M.D. Aisenstein, “Characteristics of Performance of Centrifugal Pumps when Pumping Oil,” Gouls Pumps, Inc., Buletin 126
  17. R.L. Daugherty, “A Further Investigation of the Performance of Centrifugal Pumps when Pumping Oil,” Goulds Pumps, Inc., Buletin 130,1926
  18. Austine H.Church, Zulkifli Harahap, “Pompa dan Blower Sentrifugal,” Erlangga, 1944.

Penulis:

Willyanto Anggono1), Ian Hardianto Siahaan2)

Product Innovation and Development Centre Petra University1,2)

 

Turbin Gas

Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:

  1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
  2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
  3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
  4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.

Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas.

Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:

  • Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar.
  • Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
  • Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
  • Adanya mechanical loss, dsb.

Klasifikasi Turbin Gas

Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan lainnya. Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:

  • Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)
  • Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)

Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada turbin gas siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir, sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.

Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu :
1. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)
Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri.
2. Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)
Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada unit proses.

Siklus-Siklus Turbin Gas

Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
1. Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya adalah : hth = 1 – T1/Th, dimana T1 = temperatur buang dan Th = temperatur panas.
2. Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson.
3. Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:

Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2 – h1). Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 – h2). Proses 3 ke 4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3 – h4). Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 – h1)

Perkembangan Gas Turbin

Disain pertama turbin gas dibuat oleh John Wilkins seorang Inggris pada tahun 1791. Sistem tersebut bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu atau minyak, kompresornya digerakkan oleh turbin dengan perantaraan rantai roda gigi. Pada tahun 1872, Dr. F. Stolze merancang sistem turbin gas yang menggunakan kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakkan langsung oleh turbin reaksi tingkat ganda. Tahun 1908, sesuai dengan konsepsi H. Holzworth, dibuat suatu sistem turbin gas yang mencoba menggunakan proses pembakaran pada volume konstan. Tetapi usaha tersebut dihentikan karena terbentur pada masalah konstruksi ruang bakar dan tekanan gas pembakaran yang berubah sesuai beban. Tahun 1904, “Societe des Turbomoteurs” di Paris membuat suatu sistem turbin gas yang konstruksinya berdasarkan disain Armengaud dan Lemate yang menggunakan bahan bakar cair. Temperatur gas pembakaran yang masuk sekitar 450 C dengan tekanan 45 atm dan kompresornya langsung digerakkan oleh turbin.

Selanjutnya, pada tahun 1935 sistem turbin gas mengalami perkembangan yang pesat dimana diperoleh efisiensi sebesar kurang lebih 15%. Pesawat pancar gas yang pertama diselesaikan oleh “British Thomson Houston Co” pada tahun 1937 sesuai dengan konsepsi Frank Whittle (tahun 1930).

Komponen Turbin Gas

Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbin gas:

1. Air Inlet Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:

  1. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
  2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.
  3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.
  4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.
  5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor.
  6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan

2. Compressor Section.

Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu:

1. Compressor Rotor Assembly.

Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.

2.  Compressor Stator.

Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:

  1. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
  2. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage kompresor blade.
  3. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5-10.
  4. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.

3. Combustion Section.

Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :

  1. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
  2. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.
  3. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner.
  4. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
  5. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
  6. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber.
  7. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran terjadi.

4. Turbin Section.

Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.

Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :

  1. Turbin Rotor Case
  2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel.
  3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
  4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel.
  5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.

5. Exhaust Section.

Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.
Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:

1. Starting Equipment. Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :

  • Diesel Engine, (PG –9001A/B)
  • Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
  • Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)

2. Coupling dan Accessory Gear. Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:

  1. Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP turbin rotor.
  2. Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin rotor.
  3. Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.

3. Fuel System. Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat pada fuel gas.

4. Lube Oil System. Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:

  • Oil Tank (Lube Oil Reservoir)
  • Oil Quantity
  • Pompa
  • Filter System
  • Valving System
  • Piping System
  • Instrumen untuk oil

Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna keperluan lubrikasi, yaitu:

  • Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.
  • Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.
  • Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.

5. Cooling System.

Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen utama dari cooling system adalah:
1.    Off base Water Cooling Unit
2.    Lube Oil Cooler
3.    Main Cooling Water Pump
4.    Temperatur Regulation Valve
5.    Auxilary Water Pump
6.    Low Cooling Water Pressure Swich

Maintenance Turbin Gas

Maintenance adalah perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan terlalu cepat terhadap semua peralatan di pabrik, baik yang sedang beroperasi maupun yang berfungsi sebagai suku cadang. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena keausan dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus, dan juga akibat langkah pengoperasian yang salah.

Maintenance pada turbine gas selalu tergantung dari faktor-faktor perasional dengan kondisi yang berbeda disetiap wilayah, karena operasional turbine gas sangat tergantung dari kondisi daerah operasional. Semua pabrik pembuat turbine gas telah menetapkan suatu ketetapan yang aman dalam pengoperasian sehingga turbine selalu dalambatas kondisi aman dan tepat waktu untuk melakukan maintenance.
Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah:

1. Preventive Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu secara rutin maupun periodik, karena apabila perawatan dilakukan tepat pada waktunya akan mengurangi down time dari peralatan. Preventive maintenance dibagi menjadi:

  • Running Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk memperbaiki equipment yang rusak saja dalam satu unit. Unit produksi tetap melakukan kegiatan.
  • Turning Around Maintenance. Perawatan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.

2. Repair Maintenance. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis, atau disebut juga peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi.
3. Predictive Maintenance. Kegiatan monitor, menguji, dan mengukur peralatan-peralatan yang beroperasi dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian utama, apakah peralatan tersebut berjalan dengan normal atau tidak.
4. Corrective Maintenance. Perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan kecil yang terjadi dalam disain, serta menambahkan komponen-komponen yang sesuai dan juga menambahkan material-material yang cocok.
5. Break Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti biasanya.
6. Modification Maintenance. Pekerjaan yang berhubungan dengan disain suatu peralatan atau unit. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan atau menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan.
7. Shut Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.

Referensi:
1. Inisiator Aceh Power Investment
2. http://www.bently.com
3. http://www.gepower.com
4. http://www.pal.co.id
5. http://www.turbomachinerymag.com
6. Gas-turbine Engine. Encyclopædia Britannica. Ultimate Reference Suite. Chicago: Encyclopædia Britannica, 2008.
7. Artikel: http://majarimagazine.com/

 

Sistem Refrigerasi

Pemahaman tentang Sistem Refrigerasi

Refrigerasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama bagi masyarakat perkotaan. Karena itu kita perlu mempelajari sitem kerja refrigerasi dan sekaligus mengenal komponen-komponen refrigerasi. Refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin pembeku (freezer), pendingin sayur dan buah-buahan pada super market dan sebagainya. Peralatan ini dapat dijumpai mulai dari skala kecil pada rumah tangga hingga skala besar pada aplikasi di industri. Sistem refrigerasi kompressi uap juga digunakan pada aplikasi tata udara (air condition). Aplikasi tata udara untuk hunian manusia, mesin yang digunakan dapat ditemui mulai dari skala kecil seperti AC window dan AC spilit dan skala besar seperti air cooled chiller.

1. Pendahuluan

Refrigerasi adalah proses pengambilan kalor atau panas dari suatu benda atau ruang untuk menurunkan temperaturnya. Kalor adalah salah satu bentuk dari energi, sehingga mengambil kalor suatu benda ekuivalen dengan mengambil sebagian energi dari molekul-molekulnya. Pada aplikasi tata udara (air conditioning), kalor yang diambil berasal dari udara. Untuk mengambil kalor dari udara, maka udara harus bersentuhan dengan suatu bahan atau material yang memiliki temperatur yang lebih rendah.

Suatu mesin refrigerasi akan memiliki tiga sistem terpisah yakni:

  1. Sistem refrigerasi
  2. Sumberdaya untuk menggerakkan kompresor, yang berupa motor listrik
  3. Sistem kontrol untuk menjaga suhu benda atau ruangan seperti di inginkan.

Mesin refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin pembeku (freezer), pendingin sayur dan buah-buahan pada supermarket, mesin pembeku daging dan ikan, dan sebagainya. Peralatan ini dapat dijumpai mulai dari skala kecil pada rumah tangga hingga skala besar pada aplikasi komersial dan industri.

Di samping itu, sistem refrigerasi komputer uap jugga digunakan pada aplikasi tata udara. Pada aplikasi tata udara untuk hunian manusia, mesin yang digunakan dapat ditemui mulai dari skala kecil seperti AC window dan AC split, sampai dengan skala menengah dan besar seperti packaget rooftop air conditioner, water-cooled chiller, dan air-cooled chiller.

2. Tujuan

  1. Dengan memahami cara kerja sistem refrigerasi calon teknisi refrigerasi dapat lebih mudah mencari kesalahan atau kerusakan pada sistem refrigerasi.
  2. Dengan memahami cara kerja sistem refrigerasi, masyarakat dapat menghindari kesalahan pemakaian dalam pengoperasian mesin refrigerasi.

3. Sistem Refrigerasi Sederhana

Sistem refrigerasi yang umum dan mudah dijumpai pada apliksai sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, komersial, dan industri, adalah sistem refrigerasi kompresi uap (vapor compression refrigeration). Pada sistem ini terdapat refrigeran (refrigerant), yakni suatu senyawa yang dapat berubah fase secara cepat dari uap ke cair dan sebaliknya. Pada saat terjadi perubahan fase dari cair ke uap, refrigeran akan mengambil kalor (panas) dari lingkungan. Sebaliknya, saat berubah fase dari uap ke cair, refrigeran akan membuang kalor (panas) ke lingkungan sekelilingnya.

Komponen utama dari suatu sistem refrigerasi kompresi uap adalah:

  1. Evaporator
  2. Kompresor
  3. Kondenser
  4. Alat ekspansi (metering device)

Semua komponen tersebut dihubungkan oleh suatu sistem pemipaan sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5.

3.1 Evaporator

Evaporator adalah komponen yang digunakan untuk mengambil kalor dari suatu ruangan atau suatu benda yang bersentuhan dengannya. Pada evaporator terjadi pendidihan (boiling) atau penguapan (evaporation), atau perubahan fasarefrigran dari cair menjadi uap. Refrigeran pada umumnya memiliki titik didih yang rendah. Sebagai contoh, refrigeran 22 (R22) memiliki titik didih -41° C. Dengan demikian, refrigeran mampu menyerap kalor pada temperatur yang sangat rendah.

Evaporator dapat berupa koil telanjang tanpa sirip (bare pipe coil), koil bersirip (finned coil), pelat (plate evaporator) shell and coil, atau shell and tube evaporator. Jenis evaporator yang digunakan pada suatu sistem refrigerasi tergantung pada jenis aplikasinya.

3.2 Kompresor

Kompresor dikenal sebagai jantung dari suatu sistem refrigerasi, dan digunakan untuk menghisap dan menaikkan tekanan uap refrigeran yang berasal dari evaporator. Bagian pemipaan yang menghubungkan antara evaporator dengaan kompresor dikenal sebagai saluran hisap (suction line). Penambahan tekanan uap refrigeran dengan kompresor ini dimaksud agar refrigeran dapat mengembun pada temperatur yang relatif tinggi. Refrigeran yang keluar dari kompresor masih berfasa uap dengan tekanan tinggi. Perbandingan antara absolut tekanan buang (discharge pressure) dan tekanan isap (suction pressure) disebut dengan ratio kompresi (compression ratio).

Kompresor pada sistem refrigerasi dapat berupa kompresor torak (reciprocating compresor), rotary, scrol, screw, dan centrifugal. Kompresor yang paling umum dijumpai dan terdapat dalam berbagai tingkat kapasitas adalah kompresor torak.

Refrigeran yang masuk kedalam kompresor harus benar-benar berfasa uap. Adanya cairan yang masuk ke kompresor dapat merusak piston, silinder, piston ring dan batang torak. Karena itu, beberapa jenis mesin refrigerasi dilengkapi dengan liquid receiver untuk memastikan refrigeran yang diisap oleh kompresor benar-benar telah berfasa uap.

3.3 Kondenser

Kondenser berfungsi untuk mengembunkan atau mengkondensasikan refrigeran bertekanan tinggi dari kompresor. Pemipaan yang menghubungkan antara kompresor dengan kondenser dikenal dengan saluran buang (discharge line). Dengan demikian, pada kondenser terjadi perubahan fasa uap ke cair ini selalu disertai dengan penbuangan kalor ke lingkungan. Pada kondenser berpendingin udara (air cooled condenser), pembuangan kalor dilakukan ke udara. Pada kondenser berpendingin air (water cooled condenser), pembuangan kalor dilakukan ke air.

3.4 Alat Ekspansi (Metering Device )

Komponen ini berfungsi memberikan satu cairan refrigeran dalam tekanan rendah ke Evaporator sesuai dengan kebutuhan. Pada alat ekspansi terjadi penurunan tekanan refrigeran akibat adanya penyempitan aliran. Alat ekspansi dapat berupa pipa kapiler, katup ekspansi termostatik (TXV, thermostatik expansion valve, Gambar 3), katup ekspansi automatik, maupun katup ekspansi manual.

4. Komponen Pendukung pada Sistem Refrigerasi

4.1 Solenoid Valve

Pada sistem refrigerasi, solenoid valve atau katup solenoid dapat digunakaan untuk menyekat aliran refrigeran pada saat sistem tidak sedang bekerja. Pada berbagai aplikasi, katup solenoid juga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk penghilangan bunga es pada evaporator dengan metode hot gas defrosts.

4.2 Filter Dryer

Komponen ini berfungsi menyaring kotoran dan menghilangkan uap air yang kemungkinan masih tertinggal pada sistem refrigerasi. Filter dryer dipasang pada liquid line, yakni saluran yang menghubungkan antara keluaran kondenser dengan alat ekspansi.

4.3 Sight Glass

Alat ini digunakan untuk mengamati secara visual kondisi refrigeran pada liquid line. Apabila ada pada sight glass terlihat ada gelembung, berarti kondensasi pada kondensor tidak berlangsung secara sempurna. Selain itu, dari warna yang tampak pada alat ini dapat dilihat apakah refrigeran pada sistem refrigerasi masih mengandung uap air atau tidak.

4.4 Access Port / Service Valve

Alat ini digunakan untuk keperluan pemvakuman dan pengisian refrigeran. Alat ini juga dapat digunakan untuk keperluan pumpdown.

4.5 Liquid Receiver

Alat ini digunakan untuk menampung refrigeran cair yang berasal dari kondenser. Liquid receiver dipasang padaliquid line sebelum filter dryer dan sight glass.

Gambar 4. Filter Drier dan Sight Glass

Gambar 5. Liquid Receiver

5. Peralatan Kontrol

Peralatan kontrol pada sistem refrigerasi umumnya digunakan untuk pengaman dan menjaga temperatur/kelembaban yang konstan pada harga yang diinginkan.

5.1 Termostat

Termostat merupakan alat kontrol yang digunakan untuk menjaga temperatur ruangan atau produk pada kisaran harga yang diinginkan.

5.2 Hlpstat

Hlpstat (high-low pressurestat) adalah alat kontrol yang memiliki fungsi menjaga sitem refrigerasi agar bekerja pada kisaran tekanan yang diinginkan.

5.3 Motor Over Load Proteksi

Semua kompresor yang berjenis hermatik harus dilengkapi dengan pengaman yang dapat melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan, apapun penyebabnya. Pengaman jenis ini pada umumnya dirancang untuk dapat dipasang langsung pada motor dan memiliki hantaran hantaran termal yang baik. Dengan demikian, peralatan ini tidak saja sensitif terhadap pemanasan akibat arus yang berlebihan, namun juga pemanasan yang diakibatkan oleh tekanan discharge yang terlalu tinggi dan sebab-sebab lainnya. Pengaman ini berbeda dengan starting relay, yang hanya dapat memberikan pengamanan terhadap arus yang berlebihan, namun tidak dapat melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan.

6. Kinerja Sistem Refrigerasi

Pada suatu sistem refrigerasi, besarnya kalor yang diambil oleh refrigeran pada evaporator dari lingkungannya akan sebanding dengan selisih entalpi antara keluaran dan masukan evaporator, ini dikenal dengan sebutan efek refrigerasi, qE atau

qE = h1 – h4

di mana:

qE = Efek refrigerasi, (kJ/kg) atau (Btu/lb)

h2 = Entalpi refrigeran keluaran evaporator, (kJ/kg) atau (Btu/lb)

h1 = Entalpi refrigeran masukan evaporator, (kJ/kg) atau (Btu/lb)

Pada proses kompresi, entalpi refrigeran akan mengalami kenaikan akibat energi yang ditambahkan olehkompresor kepada refrigeran. Besarnya kenaikan energi refrigeran akan sebanding dengan kerja kompresor yang dinyatakan dengan:

W = h2 – h1

di mana:

W = Kerja kompresor, (kJ / kg) atau (Btu/lb)

h2 = Entalpi refrigeran keluaran kompresor, (kJ/kg) atau (Btu/lb)

h1 = Entalpi refrigeran masukan kompresor, (kJ/kg) atau (Btu/lb)

Perbandingan antara besarnya kalor dari lingkungan yang dapat diambil oleh evaporator dengan kerja kompresor yang harus diberikan disebut sebagai koefisien kinerja (coeffisient of performance, COP)

COP = qΕ/W atau COP =  (h1 – h4) / (h2 – h1)

Dengan rumus di atas, maka besar COP selalu lebih besar dari satu. Pembuangan kalor (heat rejection) pada kondenser sebanding dengan panjang garis proses pada kondenser, yakni garis mendatar bagian atas pada plot siklus pada diagram tekanan entalpi. Pembuangan kalor pada kondenser dinyatakan dengan:

qC = h2 – h3

Karena

h2 – h3 = (h2 – h1) + (h1 – h4)

Maka:

qC = W + qC

Atau dengan kata lain Pembuangan panas kondenser = kerja kompresor + efek refrigerasi.

7. Kesimpulan

  1. Komponen utama dari suatu sistem refrigerasi kompresi uap adalah: Evaporator.
  2. Kompresor, Kondensor dan alat ekspansi.
  3. Pada evaporator terjadi pendidihan (boiling) atau penguapan atau perubahan fasa.
  4. Refrigeran dari cair menjadi uap.
  5. Refrigeran mampu menyerap kalor pada temperatur yang sangat rendah mis: refrigerant.
  6. 22 (R 22) memiliki titik didih -410 C.
  7. Kompresor akan mengisap refrigeran dalam fasa uap dengan tekanan rendah, selanjutnya mengubah refrigeran fasa uap dengan tekanan tinggi.
  8. Refrigeran yang masuk ke kompresor harus benar-benar berfasa uap, adanya cairan yang masuk ke kompresor dapat merusak piston, silinder, ring piston dan batang torak.

8. Daftar Pustaka

Arismunandar, W. 1998, Teknik Penyegaran udara, Penerbir erlangga;

Handoko. K, 1981. Teknik Lemari Es, PT. Ichtiar Baru Jakarta.

Instalasi Arus Kuat 2; P. Van Harten, E.Setiawan, 1995. Bina Cipta Bandung Cetakan ketiga; Agustus.

Roy J. Dossat, 2002. Principle of Refrigeration, Printice Hall ed-5.

Stocker. WR, 1987. Refrigerasi dan Pengkondisian Udara, Penerbit Erlangga.

Sumber: Jurnal Teknik SIMETRIKA Vol. 4 No. 1 – April 2005

*) Staf Pengajar Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan

Teori Mesin Diesel

Diesel berasal dari nama seorang insinyur dari Jerman yang menemukan mesin ini pada tahun 1893, yaitu Dr. Rudolf Diesel. Ia mendapatkan paten (RP 67207) berjudul ‘Arbeitsverfahren und für Ausführungsart Verbrennungsmaschinen’. Pada waktu itu mesin tersebut tergantung pada panas yang dihasilkan ketika kompresi untuk menyalakan bahan bakar. Bahan bakar ini diteruskan ke silinder oleh tekanan udara pada akhir kompresi.

Pada tahun 1924, Robert Bosch, seorang insinyur dari Jerman, mencoba mengembangkan pompa injeksi daripada menggunakan metode tekanan udara yang akhirnya berhasil menyempurnakan ide dari Rudolf Diesel. Keberhasilan Robert Bosch dengan mesin dieselnya tersebut sampai saat ini digunakan oleh masyarakat.

Untuk Selengkapnya Teori Mesin Diesel file doc.

Download

Test IQ

Bagi teman-teman yang ingin mengetahui seberapa tinggi IQ teman-teman dengan mendownload aplikasinya di bawah ini

Download

Makalah Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Limbah Industri

Judul : Makalah Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Limbah Industri

Isi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, MOTTO, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. LATAR BELAKANG , B. RUMUSAN MASALAH, BAB II PEMBAHASAN, A. KONSEP-KONSEP UNTUK MEMAHAMI MASALAH LINGKUNGAN DAN PENCEMARAN OLEH INDUSTRI, B. INDUSTRI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN, 1. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan, 2. Klasifikasi Pencemaran Lingkungan, 3. Menyikapi Pencemaran Lingkungan, BAB III PENUTUP, A. KESIMPULAN, B. SARAN , DAFTAR PUSTAKA.

Rangkuman :
A. Konsep-Konsep Untuk Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dari definisi diatas tersirat bahwa makhluk hidup khususnya merupakan pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya, baik dalam hal respirasi, pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan lain-lain. Dan, manusia sebagai makhluk yang paling unggul di dalam ekosistemnya, memiliki daya dalam mengkreasi dan mengkonsumsi berbagai sumber-sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya.
Di alam terdapat berbagai sumber daya alam. yang merupakan komponen lingkungan yang sifatnya berbeda-beda, dimana dapat digolongkan atas :
– Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources)
– Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable natural resources).
Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku yang beragam tersebut saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Sesuai dengan kepentingannya maka sumber daya alam dapat dibagi atas; (a). fisiokimia seperti air, udara, tanah, dan sebagainya, (b). biologi, seperti fauna, flora, habitat, dan sebagainya, dan (c). sosial ekonomi seperti pendapatan, kesehatan, adat-istiadat, agama, dan lain-lain.
Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan non-hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem, yang didalamnya didapati proses pergerakan energi dan hara (material) dalam suatu sistem yang menandai adanya habitat, proses adaptasi dan evolusi.

Download selengkapnya (versi Microsoft Word)…